Wednesday, January 15, 2014

KEINDAHAN PESONA CANDI GEDONG SONGO SEMARANG

                                                                      pict by google

Candi Gedong Songo berada di lereng Gunung Ungaran,dusun darum , desa candi , kecamatan ambarawa, kabupaten semarang , kompleks candi ini di bangun pada abad 9 masehi. Gedong songo berasal dari bahasa jawa, Gedong yang berarti Rumah atau Bangunan, Songo yang berarti sembilan, jadi arti kata Gedong Songo  yaitu sembilan bangunan.Dari sembilan bangunan candi tersebut, lima kelompok bangunan candi masih utuh sedangkan empat kelompok bangunan candi hanya tinggal reruntuhan bangunan.

Untuk mencapai candi ini tergolong sangat mudah, baik menggunakan angkutan umum, angkutan pribadi,Candi yang terletak di Desa Candi kecamatan Ambarawa ini hanya berjarak 39 km dari kota Semarang atau hanya 20 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor dalam  kecepatan 70 km / jam . Praktis dari Semarang menuju tempat ini relatif lancar karena jalan yang lebar dan mulus serta  melewati beberapa lampu merah saja,Sesaat setelah sampai di daerah Bandungan, kemudian belok ke kiri dan ikuti jalan terus sampai Pasar Bandungan. Sesampainya di Pasar Bandungan ambil arah kiri kurang lebih 7 km sampailah kita di Candi Gedong Songo. Setelah melewati pasar ini, kita harus berhati-hati karena jalanan yang hanya pas untuk dua  mobil dengan tanjakan dan kelokan yang tajam. Bahkan di beberapa ruas jalan ada yang mencapai kimiringan 45 – 50 derajat. Karena itu, kalau mobil anda dalam keadaaan tidak sehat jangan coba-coba membawa kendaraan sendiri ke lokasi Candi Gedong Songo.

Memasuki wilayah candi udara sejuk mulai terasa dengan angin khas pegunungan yang mendayu-dayu. Shelter parkir yang cukup luas bisa memuat puluhan mobil, pintu masuk candi yang hanya beberapa meter dari lokasi parkir semakin mempermudah para wisatawan untuk mencapai lokasi ini. Dengan hanya membayar tiket masuk sebesar Rp. 25,000,- kita bisa memasuki dan mengitari lokasi candi sepuas-puasnya.

Candi Gedong Songo tidak hanya menawarkan wisata sejarah, namun juga menawarkan wisata keindahan alamnya.Candi yang terletak pada ketinggian Gunung Ungaran ini memang menampilkan pesona alam yang luar biasa karena lokasinya yang terletak di ketinggian gunung. Selepas gerbang masuk Candi, berjalan sedikit ke atas sudah terlihat lokasi candi pertama yang merupakan candi yang terletak di lokasi yang paling bawah.

Diantara Candi Gedong III dengan Gedong IV terdapat sebuah kepunden gunung sebagai sumber air panas dengan kandungan belerang cukup tinggi. Para wisatawan dapat mandi dan menghangatkan tubuh disebuah pemandian yang dibangun di dekat kepunden tersebut. Bau belerangnya yang cukup kuat dan kepulan asapnya lumayan tebal ketika mendekati sumber air panas tersebut. Karena keindahannya Candi Gedong Songo ini sering menjadi tempat untuk foto foto Pre Wedding.

Tiket Masuk: Dewasa/5 tahun ke atas: Rp 5.000/orang dan Rp 25.000/orang untuk wisatawan asing.

Tarif Jasa Naik Kuda Candi Gedong Songo
- Wisata Desa Rp 25.000 (Wisman Rp 35.000)
- Ke Air Panas Rp 40.000 (Wisman Rp 60.000)
- Ke Candi II Rp 30.000 (Wisman Rp 40.000)
- Paket candi Songo Rp 50.000 (Wisman Rp 70.000)


lihat foto lainnya:



Saturday, September 7, 2013

CANDI GAMPINGAN YOGYAKARTA

pict by google


Candi gampingan adalah kompleks candi budha yang terdapat di dusun gampingan, kel. sitimulyo, kec. piyungan, kab. bantul, sebelah timur kota yogyakarta. menurut perkiraan beberapa pakar, candi gampingan pertama kali didirikan lebih kurang abad ke-8 serta ke-9 pada masa kerajaan mataram kuno. saat ditemukan pada th. 1995 oleh seorang pembuat batu bata, dengan situasi candi gampingan yang terpendam didalam tanah.
walau hingga saat ini tetap belum seutuhnya selesai dipugar, kompleks reruntuhan candi gampingan tampak mempunyai tujuh buah candi yang tidak utuh, dengan bangunan utama yang berukuran lebih kurang 5m kali 5m dengan tinggi lebih kurang 1, 2 mtr..
                                                                  pict by google

saat pertama kali ditemukan, didalam candi gampingan ada tiga buah arca dhyani buddha wairocana yang memiliki bahan perunggu, dua arca jambhala serta candralokeswara yang terbuat dari batu andesit, benda-benda yang terbuat berbahan emas, dan sebagian benda dari keramik.



dibagian kaki candi gampingan ada relief binatang katak serta unggas atau burung pelatuk, burung gagak, serta ayam jantan. dikarenakan ada arca jambhala serta dhyani buddha wairocana, diperkirakan candi gampingan ini yaitu area pemujaan agama buddha yang beraliran mahayana.

Tuesday, July 16, 2013

WISATA KARANGKAMULYAN (CIUNG WANARA) CIAMIS








Wisata karangkamulyan ( ciung wanara ) terdapat dijalur mudik menuju jateng amat pas sebagai area beristirahat sembari nikmati keindahan alam serta bermacam makanan khas.
legenda  karangkamulyan sendiri berkisah perihal ciung wanara yang terkait dengan kerajaan galuh. cerita ini banyak dibumbui dengan cerita kepahlawanan yang luar biasa layaknya kesaktian serta keperkasaan yang tidak dimiliki oleh orang biasa tetapi dimiliki oleh ciung wanara. di tempat ini kita dapat menjumpai beragam benda peninggalan kerajaan galuh lama.
di sini juga ada gong perdamaian.

letaknya di desa karangkamulyan kecamatan cijeungjing kurang lebih 16 km dari kota ciamis ke arah timur denga sarana : lapang parkir, kios-kios makanan, rest area, mesjid, toilet.

cagar budaya ini adalah peninggalan pusat kerajaan galuh pusaka yang dikukuhkan oleh sanghyang parmadikusumah. di sini kita dapat lihat tempat-tempat bekas peninggalan dari legenda ciung wanara, salah seorang putra sanghyang permadikusumah.

Peninggalan peningglan tersebut antara lain:
1.       Batu Pangcalikan ialah bekas singgasana dan tempat bermusyawarah raja.
2.       Penyabungan Alam, tempat bekas Ciung Wanara menyambung ayam dengan Bondan Sarati.
3.       Sanghyang Bedil.
4.       Lambang Peribadatan.
5.       Sumber Air Citeguh dan Cirahayu.
6.       Makam Adipati Panaekan.
7.       Pamangkonan.
8.       Batu Panyadaan.
9.       Patimunan
10.      Leuwi Spatahunan tempat Bayi Ciung Wanara di buang (Dibuang di Sungai Citanduy)


lihat foto lainnya:





Monday, June 10, 2013

CANDI SARI KALASAN YOGYAKARTA



Candi sari bermakna candi yang indah, terdapat di desa bendan, kelurahan tirtamartani, kecamatan kalasan, kabupaten sleman diy. candi sari ditemukan dalam situasi rusak berat, lantas pada tahun 1929 dipugar oleh dinas purbakala, sepanjang 1 tahun. tahun pendirian candi ini belum bisa diketahui dengan jelas, cuma diperkirakan tahun berdirinya sama juga dengan pendirian candi kalasan, yaitu abad 8 masehi, serta candi ini merupakan bangunan budhaistis.

candi sari terdiri dari kaki, tubuh serta atap, dengan ketinggian 17 mtr., panjang 17, 3 mtr., serta lebar 10 mtr.. sisi kaki cuma terlihat beberapa, karena banyak batu yang hilang, sisi tubuh candi bertingkat serta berdenah persegi panjang, pintu masuk ada di dalam menghadap ke timur, serta di bagian bawah ada pahatan orang yang tengah menunggang gajah. pada tiap-tiap segi ada jendela terbagi rata yang mengelilingi sisi tingkat atas serta bawah.

tubuh candi terdiri atas tiga ruangan atau bilik yang berjajar yang tiap-tiap dikaitkan dengan lubang pintu di antara tembok pemisah. di bagian tubuh candi sisi luar terpahat arca arca yang ditempatkan jadi dua baris di antara jendela. arca ini merupakan dewa bodisatwa serta tara berjumlah 36 buah, yaitu 8 di segi timur, 8 di segi utara, 8 di segi selatan serta 12 di segi barat. biasanya arca ini memegang teratai merah atau biru, dan seluruh arca ini digambarkan dalam sikap lemah gemulai, yakni dengan sikap tribangga, demikian juga dengan roman mukanya digambarkan tambah lebih tenang serta halus dan tidak terlampau mewah hiasannya seakan dapat sesuai dengan area suci agama budha. disamping itu di sebelah kiri kanan jendela ada pahatan kinara kinari atau mahluk kayanganyang berwujud 1/2 manusia 1/2 burung. candi sari ini dibagian luar dilapisi dengan bajralepa ditujukan untuk memperhalus dinding serta pengawet batu agar tidak lekas aus.

lihat wujud bangunan candi yang terdiri atas sebagian bilikcandi yang lantainya dari kayu, jendela bergeruji dari kayu, pintu yang terdiri dari kayu, maka dahulu candi sari dipergunakan sebagai area tinggal atau vihara yaitu sebagai area meditasi serta asrama untuk pendeta menganjar beberapa siswanya, di mana didalamnya ada sesuatu kuil.

lihat foto lainnya:





Tuesday, April 30, 2013

PESONA KEINDAHAN CANDI SUKUH KARANGANYAR JAWATENGAH

sesuatu mahakarya situs candi yang amat istimewa dibangun pada akhir periode dari peradaban kerajaan mataram, arsitektur yang tidak biasa dengan ukiran ornamen baik arca atau tubuh candi jamant hubungannya dengan seksualitas, situs peninggalan fenomenal ini lebih dikenal dengan sebutan candi sukuh.

lokasi candi ini sendiri ada di perbatasan dua desa, pada desa sukuh serta desa berjo, situasi lingkungan yang terbilang asri di ke-2 desa, menyuguhkan panorama demikian damai serta sejuk yang biasanya ada di lebih kurang lingkungan candi, pohon pohon hijau serta tempat tinggal tradsional masyarakat dan ladang garapan sawah tetap tergambar jelas serta dapat memanjakan mata anda, beberapa wisatawan.

bila anda timbul rasa mau tahu mengenai mahakarya seni yang tergambar dari pahatan pahatan di situs candi sukuh, silakan mengunjunginya, pasti tak hanya menambah edukasi dapat sejarah, nyatanya arsitektur candi sukuh hanya satu yang mempunyai bangunan yang menyerupai piramida terpotong atau terlihat sepintas menyerupai situs koh ker di kamboja yang ada di indonesia.


untuk hingga ke candi sukuh yang ada di kecamatan ngargoyoso, karanganyar, bila dari solo sendiri wisatawan bisa menaiki kendaraan pribadi maupun kendaraan umum untuk kendaraan umum tidak hingga ketujuan namun anda bisa turun dari pertigaan grogol, dari sana tinggal dilanjutkan menaiki ojek, rutenya sendiri bisa melalui tawangmangu - karangpandan sampai kegrogol serta menuju desa berjo, setiba hingga disana lebih kurang dapat memerlukan waktu , 5 sampai 2 jam perjalanan.



perjalanan yang pastinya tidak sama saat berkunjung ke candi sukuh, pemandangan dari gunung lawu yang menjulang dapat mengawal anda sesampai tujuan akhir, lokasi candi sendiri yang ada di ketinggian kian lebih 900 mtr., bikin kompleks plataran candi amat dingin serta berhawa sejuk.

dengan fungsional susunan bangunan inti candi ada di ujung selatan dengan pintu masuk pada arah berlawanan jalur setapak yang teratur dari batu yang panjangnya lebih kurang 30 mtr., selama jalur wisatawan dapat lihat jejeran arca, yang terlihat mengambil perhatian ada dua arca yang berupa manusia bersayap pada segi kanan yang melambangkan dewa dewa umat hindu tetapi sayang situasi dari kepala dua arca tersebut sudah hilang.

mendekati situs utama bangunan candi pada segi kiri, tampak sesuatu tugu dari batu besar yang memiliki pahatan berbentuk ukiran menyerupai bentuk rahim, yang didalamnya mempunyai dua buah sosok cii-ciri, dan pada puncak tugu paling atas juga mempunyai pahatan dari dewa dewa umat hindu uniknya pada pahatan paling atas ada ukiran yang mewakili dari alam berbentuk pohon lebih menyerupai pohon mitos mitologi hindu sebagai lambang kalpataru.

pada fisik bangunan utama candi, amat tidak sama biasanya dari sturktur kontruksi percandian yang banyak ditemukan di pulau jawa yang tetap kental pengaruh hindu-buddha, pada candi sukuh bangunan terlihat menyerupai limas yang terpotong, dengan tinggi kurang lebih meraih lebih kurang 7 mtr..

pada segi sedang tubuh candi ada tangga menyempit sampai hingga puncak, di bagian ini juga menyerupai bangunan kho ker yang ada di kamboja atau monumen aztec di mexico, serta janganlah heran nyaris sebagain pahantan maupun arca di candi sukuh menampilkan dengan vulgar alat reproduksi manusia, atau lingga serta yoni sebagai simbol kesuburan didalam mitologi hindu.

serta alat reporduksi yang menarik yaitu pada sesuatu ruangan yang di beri tralis di mana lingga serta yoni saling menyatu, tidak jarang tampak di candi sukuh ada banyak masyarakat yang lakukan ritual atau meditasi.

barangkali setelah senang menelusuri tiap-tiap jengkal candi sukuh wisatawan bisa lihat panorama alam lebih kurang yang disuguhkan, panorama yang menarik pastinya untuk di abadikan layaknya gunung lawu, serta ladang persawahan masyarakat yang tetap hijau atau sudah menguning.

lihat foto lainnya:





PESONA BUDAYA TANA TORAJA SULAWESI

tana toraja yaitu diantara daya tarik wisata indonesia, dihuni oleh suku toraja yang tempati area pegunungan dan melindungi gaya hidup yang khas dan terus perlihatkan gaya hidup austronesia yang asli dan sama dengan budaya nias. area ini yaitu diantara object wisata di sulawesi selatan yang sangat menarik dan tidak dapat anda lewatkan.

tana toraja yakni diantara area yang cantik/ indah dan menawan di indonesia. dari terlalu jauh punggung bukit yang bergerigi dari pengunungan yang berjejer di utara sampai dari terlalu jauh lebih yang bening menembus celah bambu dan pohon aren yang pipih diatas bukit kecil didalam sawah, atap dan area tinggal toraja yang melengkung dengan sangat manis berdiri mendemonstrasikan kecakapan yang menakjubkan dari orang toraja di dalam keahlian mengukir dengan warna lukisan yang alami. sebelum akan belanda menguasai daratan ketinggian ini pada abad ke-20 masehi tidak ada satu kata lantas yang diperoleh pada nama dari agama mereka tidak cuma ada kata aluk yang mengaju pada satu kebiasaan ritual dan masalah kehidupan sehari-hari yang butuh dikendalikan, bagaimana suatu hal area tinggal dibangun, beras dimasak, anak-anak dan kepala desa disapa, aturan dan jumlah kerbau yang butuh dikorbankan di upacara demikian juga posisi dari bintang-bintang dikala pelukuan dimulai.

diantara dari basic ajaran selalu ada ubah dan saling berikanlah dan terima antar mereka, anugrah dan kutukan selalu berjalan antar yang hidup dengan spirit dan nenek moyang mereka. upacara kematian yakni upacara yang amat bergengsi di dalam rutinitas toraja. toraja mempunyai banyak atraksi untuk wisatawan.

didaerah pengunungan yang sejuk ini, pemandangan yang khusus, sebagian pengrajin cocok dengan keheningan dan keindahan yang alami. walau semakin lebih 1/2 masyarakat telah memeluk agama kristen, mereka terus berbangga dengan bwarisan wilayahnya dengan menyambut sebagian wisatawan dengan upacara ritualnya.

dibawah ini yakni daftar beberapa area menarik yang mungkin bisa anda kunjungi :

1. pallawa.
tongkonan pallawa yakni diantara tongkonan atau area tinggal rutinitas yang sangat menarik dan ada di antara pohon-pohin banbu di puncak bukit. tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan area tinggal rutinitas. ada kurang lebih 12 km ke arah utara dari rantepau.

2. londa.
londa yakni bebatuan curam di segi makam khas tana toraja. diantaranya ada di area yang tinggi dari bukit dengan gua yang di dalam dimana peti-peti mayat diatur sesuai dengan garis keluarga, di satu segi bukit lainya ditinggalkan terbuka menghadap pemandangan hamparan hijau. ada kurang lebih 5 km ke arah selatan dari rantepau.

3. ke’te kesu.
object yang mengagumkan di desa ini berupa tongkonan, lumbung padi dan bangunan megalith di sekitarnya. kurang lebih 100 mtr. di belakang perkampungan ini ada situs pekuburan tebing dengan kuburan bergantung dan tau-tau di dalam bangunan batu yang diberi pagar. tau-tau ini tunjukkan penampilan pemiliknya sehari-hari. perkampungan ini juga dikenal dengan keahlian seni ukir yang dimiliki oleh penduduknya dan sekalian sebagai area yang bagus untuk berbelanja souvenir. ada kurang lebih 4 km dari tenggara rantepau.

4. batu tumonga.
di lokasi ini anda dapat mendapatkan kurang lebih 56 batu menhir di dalam satu lingkaran dengan 4 pohon di bagian tengah. biasanya batu menhir memiliki ketinggian kurang lebih 2 – 3 mtr.. dari area ini anda dapat tengok keindahan rantepau dan lembah sekitarnya. ada di area sensean dengan ketinggai 1300 mtr. dari permukaan laut.

5. lemo.
area ini sering dikatakan sebagai area tinggal sebagian arwah. di pemakaman lemo anda dapat tengok mayat yanng disimpan di udara terbuka, didalam bebatuan yang curam. kompleks pemakaman ini yaitu perpaduan pada kematian, seni dan ritual. pada waktu-waktu spesifik pakaian dari mayat-mayat bisa diganti dengan melalui upacara ma nene. ada di kabupaten tana toraja.

lihat foto lainnya: 




Wednesday, April 24, 2013

PESONA CANDI MENDUT

candi mendut terdapat di desa mendut, kecamatan mungkid, kabupaten magelang, jawa barat, lebih kurang 38 km ke arah barat laut dari yogyakarta. lokasinya cuma lebih kurang 3 km dari candi barabudhur, yang mana candi buddha ini diperkirakan memiliki kaitan jamant dengan candi pawon serta candi mendut. ketiga candi tersebut terdapat pada satu garis lurus arah utara-selatan.

candi ini pertama kali ditemukan kembali pada th. 1836. seluruh bangunan candi mendut diketemukan, jika sisi atapnya. pada th. 1897-1904, pemerintah hindia belanda lakukan uapaya pemugaran yang pertama dengan hasil yang cukup memuaskan meskipun tetap jauh dari prima. kaki serta tubuh candi sudah sukses direkonstruksi. pada th. 1908, van erp memimpin rekonstruksi serta pemugaran kembali candi mendut, yakni dengan menyempurnakan bentuk atap, menempatkan kembali stupa-stupa serta melakukan perbaikan beberapa puncak atap. pemugaran pernah terhenti dikarenakan ketidaktersediaan dana, tetapi dilanjutkan kembali pada th. 1925.

candi mendut mempunyai denah basic berupa segi empat. tinggi bangunan semuanya 26, 40 m. tubuh candi buddha ini berdiri diatas batur setinggi lebih kurang 2 m. di permukaan batur ada selasar yang cukup lebar serta dilengkapi dengan langkan. dinding kaki candi dihiasi dengan 31 buah panel yang berisi beragam relief cerita, pahatan bunga serta sulur-suluran yang indah.

di sebagian area di selama dinding luar langkan ada jaladwara atau saluran untuk buang air dari selasar. jaladwara ada di umumnya candi di jateng serta yogyakarta, layaknya di candi barabudhur, candi banyuniba, candi prambanan serta di situs ratu baka. jaladwara di tiap-tiap candi mempunyai bentuk yang berlainan.

belum diperoleh kepastian mengenai kapan candi mendut dibangun, tetapi j. g. de casparis menduga bahwa candi mendut dibangun oleh raja pertama dari wangsa syailendra pada th. 824 m. dugaan tersebut didasarkan pada isi prasasti karangtengah ( 824 m ), yang mengatakan bahwa raja indra sudah bikin bangunan suci bernama wenuwana. casparis mengartikan wenuwana ( rimba bambu ) sebagai candi mendut. diperkirakan umur candi mendut lebih tua dari pada umur candi barabudhur.



candi mendut adalah candi yang terdapat sangat timur dari garis lurus tiga serangkai candi ( borobudur, pawon, mendut ). candi ini didirikan oleh dinasti syailendra serta berlatar berlakang agama budha, di mana perihal ini diperlihatkan karenanya ada bentuk stupa sejumlah 48 buah di bagian atasnya. tidak diketahui dengan tentu kapan candi ini didirikan. tetapi seorang arkeologi belanda mengatakan bahwa di dalam prasasti yang ditemukan didesa karangtengah bertarikh 824m dikemukakan bahwa raja indra sudah membangun bangunan suci bernama venunava yang ini berarti rimba bambu. bila perihal ini benar maka dapat dipastikan candi mendut didirikan pada abad ke 8 masehi.

di bagian didalam candi ini ada ruangan yang berisikan altar area tiga arca budha berdiri. ketiga arca tersebut dimulai dari yang sangat kiri yaitu bodhisattva vajravani, buddha sakyamuni serta bodhisattva avalokitesvara. ketiga arca budha tersebut tetap didalam situasi bagus, sebagian bunga-bunga serta dupa terlihat tergeletak di bagian bawahnya. sesuatu pagar besi dibangun di bagian depan arca tersebut untuk hindari hubungan pengunjung yang berlebihan/tidak berkepentingan atas ketiga patung budha ini.

pada dinding timur terpahat relief bodhisatwa. didalam relief ini sang buddha yang digambarkan sebagai sosok bertangan empat tengah berdiri diatas area yang memiliki bentuk serupa lingga. pakaian yang dikenakan yaitu pakaian kebesaran kerajaan. di sekitar kepalanya memancar cahaya kedewaan. tangan kiri belakang memegang kitab, tangan kanan sebelah belakang memegang tasbih, ke-2 tangan depan menggambarkan sikap varamudra, yakni buddha bersila dengan sikap tangan berikan anugrah. di sebelah kirinya setangkai bunga teratai yang keluar dari didalam bejana.

pada dinding segi utara terpahat relief yang menggambarkan dewi tara tengah duduk diatas padmasana, diapit dua orang lelaki. didalam relief ini tara digambarakan sebagai dewi bertangan delapa. keempat tangan kiri tiap-tiap memegang tiram, wajra, cakra, serta tasbih, namun keempat tangan kanan tiap-tiap memegang sesuatu cawan, kapak, tongkat, serta kitab.

pada dinding barat ( depan ), di sebelah utara pintu masuk, ada relief sarwaniwaranawiskhambi. sarwaniwaranawiskhambi digambarkan tengah berdiri dibawah sesuatu payung. baju yang dipakainya yaitu baju kebesaran kerajaan.


lihat foto lainnya :




Friday, April 19, 2013

PESONA WISATA CANDI LUMBUNG

candi induk di candi lumbung ini sudah tidak sempurna lagi mempunyai bentuk, atap candi induk sudah tidak adalagi, namun demikianlah keidahan candi ini terus mempesona dengan bermacam pahatan- pahatan dan relief yang ada didinding candi induk ini. anda bisa mendapatkan relief- relief yang mengambarkan sosok laki- laki dan wanita dengan ukuran yang kurang lebih layaknya aslinya. anda dapat mendapatkan yang mengapit pintu, yaitu kuwera dan hariti. candi utama ini memiliki tinggi kurang lebih 2, 5 mtr., dengan ada 9 buah relung, namun tidak satupun relung yang diisi arca, mungkin karena tangan- tangan jahil sebagaikan arca – arca di candi lumbung sudah tidak ada lagi.

asal usul candi

disebut candi lumbung karena bentuk candi ini menyerupai lumbung padi. berbeda dengan candi prambanan yang dimaksud candi hindu, candi lumbung ini yaitu candi budha.
yakni candi yang ada di dalam kompleks taman wisata candi prambanan, tepatnya ada di sebelah candi bubrah. jaraknya dari candi prambanan yakni kurang lebih 500 mtr. ke arah utara. dari kota klaten jaraknya kurang lebih 15 km ke arah barat.
candi lumbung diperkirakan bangunan relijius budha yang didirikan pada abad viii. nama candi lumbung sama saja dengan candi lumbung yang ada pada komplek candi prambanan. dinamakan candi lumbung karena kemungkinan candi ini digunakan untuk menyimpan sebagian bahan makanan untuk rakyat kerajaan.
di bagian atap bangunan sudah terlihat runtuh tidak berbentuk, hanya tersisa sedikit di bagian barat daya, dan batu-batunya menumpuk didalam bangunan candi.
dibagian pipi tangga, ada hiasan berpola sulur gelung yang keluar dari pot dan diapit dua ekor patung burung. dan pada hiasan yang lain ada mahluk buto yang diapit juga oleh burung, dan di bagian kaki candi, ada relief naga dan burung.
candi lumbung diperkirakan peninggalan budaya hindu yang didirikan pada abad viii. nama candi lumbung sama saja dengan candi lumbung yang ada pada komplek candi prambanan. dinamakan candi lumbung karena kemungkinan candi ini digunakan untuk menyimpan sebagian bahan makanan untuk rakyat kerajaan.
canndi induk di candi lumbung ini sudah tidak sempurna lagi mempunyai bentuk, atap candi induk sudah tidak adalagi, namun demikianlah keidahan candi ini terus mempesona dengan bermacam pahatan- pahatan dan relief yang ada didinding candi induk ini. anda bisa mendapatkan relief- relief yang mengambarkan sosok laki- laki dan wanita dengan ukuran yang kurang lebih layaknya aslinya. anda dapat mendapatkan yang mengapit pintu, yaitu kuwera dan hariti. candi utama ini memiliki tinggi kurang lebih 2, 5 mtr., dengan ada 9 buah relung, namun tidak satupun relung yang diisi arca, mungkin karena tangan- tangan jahil sebagaikan arca – arca di candi lumbung sudah tidak ada lagi.

lihat foto lainnya




Tuesday, April 16, 2013

PESONA KEMEGAHAN BOROBUDUR TEMPLE





dikenal sebagai diantara simbol sejarah tanah air amat esensial, borobudur yaitu saksi berkembangnya ajaran buddha, dan lantas daya tarik utama seluruh wisatawan baik di dalam negeri maupun dari luar negeri.

borobudur, suatu hal object wisata sejarah yang namanya telah sangat dikenal publik dunia, yakni nama suatu hal candi buddha yang ada di borobudur, magelang, jateng, kurang lebih 100 km di sebelah barat daya semarang dan 40 km di sebelah barat laut yogyakarta, indonesia. candi berbentuk stupa ini didirikan oleh sebagian penganut agama buddha mahayana kurang lebih th. 800-an masehi pada waktu pemerintahan wangsa syailendra, 3 abad sebelum akan angkor wat di kamboja dan 4 abad sebelum akan katedral agung di eropa dibangun.

candi megah yang pada awalnya dulu terkubur di dalam tanah, sampai setelah itu sukses ditemukan ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya ada tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2. 672 panel relief dan aslinya ada 504 arca buddha. stupa utama terbesar teletak didalam sekalian memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya ada arca buddha tengah duduk bersila di dalam posisi teratai sempurna dengan mudra ( sikap tangan ) dharmachakra mudra ( memutar roda dharma ). masing-masing tingkatan memiliki relief-relief indah yang perlihatkan demikian mahir pembuatnya. relief itu bisa terbaca dengan runtut jika anda jalur searah jarum jam ( arah kiri dari pintu masuk candi ).

pada reliefnya borobudur bercerita tentang satu cerita yang sangat melegenda, yaitu ramayana. selain itu, ada juga relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. contohnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar yaitu representasi dari kemajuan pelayaran saat itu.

tidak layaknya candi yang lain yang dibangun di atas tanah datar, borobudur dibangun di atas bukit dengan ketinggian 265 m ( 870 kaki ) dari permukaan laut dan 15 m ( 49 kaki ) di atas basic danau purba yang telah lantas kering. keberadaan danau purba ini lantas bahan pembicaraan yang hangat di grup umur arkeolog pada abad ke-20, dan mengakibatkan dugaan bahwa borobudur dibangun tepidi tepi atau terlebih didalam danau.

pada 1931, seorang seniman dan pakar arsitektur hindu buddha, w. o. j. nieuwenkamp, mengajukan teori bahwa dataran kedu dulunya yakni suatu hal danau, dan borobudur dibangun melambangkan bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. bunga teratai baik di dalam bentuk padma ( teratai merah ), utpala ( teratai biru ), ataupun kumuda ( teratai putih ) dapat ditemukan di dalam seluruh ikonografi seni keagamaan buddha, seringkali digenggam oleh boddhisatwa sebagai laksana ( lambang regalia ), lantas alas duduk singgasana buddha.

foto lainnya