Tuesday, April 16, 2013

PESONA KEMEGAHAN BOROBUDUR TEMPLE





dikenal sebagai diantara simbol sejarah tanah air amat esensial, borobudur yaitu saksi berkembangnya ajaran buddha, dan lantas daya tarik utama seluruh wisatawan baik di dalam negeri maupun dari luar negeri.

borobudur, suatu hal object wisata sejarah yang namanya telah sangat dikenal publik dunia, yakni nama suatu hal candi buddha yang ada di borobudur, magelang, jateng, kurang lebih 100 km di sebelah barat daya semarang dan 40 km di sebelah barat laut yogyakarta, indonesia. candi berbentuk stupa ini didirikan oleh sebagian penganut agama buddha mahayana kurang lebih th. 800-an masehi pada waktu pemerintahan wangsa syailendra, 3 abad sebelum akan angkor wat di kamboja dan 4 abad sebelum akan katedral agung di eropa dibangun.

candi megah yang pada awalnya dulu terkubur di dalam tanah, sampai setelah itu sukses ditemukan ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya ada tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2. 672 panel relief dan aslinya ada 504 arca buddha. stupa utama terbesar teletak didalam sekalian memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya ada arca buddha tengah duduk bersila di dalam posisi teratai sempurna dengan mudra ( sikap tangan ) dharmachakra mudra ( memutar roda dharma ). masing-masing tingkatan memiliki relief-relief indah yang perlihatkan demikian mahir pembuatnya. relief itu bisa terbaca dengan runtut jika anda jalur searah jarum jam ( arah kiri dari pintu masuk candi ).

pada reliefnya borobudur bercerita tentang satu cerita yang sangat melegenda, yaitu ramayana. selain itu, ada juga relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. contohnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar yaitu representasi dari kemajuan pelayaran saat itu.

tidak layaknya candi yang lain yang dibangun di atas tanah datar, borobudur dibangun di atas bukit dengan ketinggian 265 m ( 870 kaki ) dari permukaan laut dan 15 m ( 49 kaki ) di atas basic danau purba yang telah lantas kering. keberadaan danau purba ini lantas bahan pembicaraan yang hangat di grup umur arkeolog pada abad ke-20, dan mengakibatkan dugaan bahwa borobudur dibangun tepidi tepi atau terlebih didalam danau.

pada 1931, seorang seniman dan pakar arsitektur hindu buddha, w. o. j. nieuwenkamp, mengajukan teori bahwa dataran kedu dulunya yakni suatu hal danau, dan borobudur dibangun melambangkan bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. bunga teratai baik di dalam bentuk padma ( teratai merah ), utpala ( teratai biru ), ataupun kumuda ( teratai putih ) dapat ditemukan di dalam seluruh ikonografi seni keagamaan buddha, seringkali digenggam oleh boddhisatwa sebagai laksana ( lambang regalia ), lantas alas duduk singgasana buddha.

foto lainnya