Wednesday, April 24, 2013

PESONA ALAS KEDATON BALI


menuju obyek wisata alas kedaton – ada terdapat di desa kukuh kecamatan marga + 4 km dari kota tabanan. desa kukuh terbagi atas 7 dusun dan 12 banjar rutinitas. sebagian besar warga menggeluti pertanian di mana sebagian besar waktunya digunakan untuk menggeluti sektor lain layaknya pertukangan, pegawai atau buruh. , object wisata ini yaitu rimba kecil dengan suatu hal pura suci yang dijaga oleh ratusan kera dan kalong ( kelelawar raksasa ).

obyek wisata alas kedaton yaitu obyek wisata berupa rimba lindung yang juga habitat ratusan kera yang didalamnya ada pura besar yang unik yang bernama pura didalam kahyangan kedaton. obyek wisata ini ada dusun kukuh, kecamatan marga, kabupaten tabanan, kurang lebih 35 km. dari kota denpasar.

sebelum akan masuk areal rimba seluas 12 hektar ini, jangan sampai lupa beli tiket masuk seharga rp 10. 000/orang dan beberapa bungkus kacang, jagung, atau makanan lain. apabila sahabat membawa makanan untuk konsumsi pribadi, makanan itu bisa berpeluang juga diminta kera. makanan-makanan untuk kera tersebut bisa dibeli di beberapa kios di areal depan rimba.

menurut pihak pengelola tempat wisata alas kedaton, waktu libur hari raya kunjungan wisatawan terlebih lokal alami peningkatan mutlak jika dibanding hari hari biasanya. sesaat itu, menurut seorang pengunjung object wisata alas kedaton, tidak cuma dekat, di alas kedaton ia bisa mengenalkan satwa ini pada anak anaknya

pura didalam kahyangan kedaton atau pura alas kedaton yakni suatu hal pura besar yang sangat unik karena memiliki 4 buah pintu masuk pada masing-masing segi pura dan bentuk bangunannya terkesan kuno dengan arsitektur sederhana. dan untuk yang pingin kerjakan sembahyang / pemujaan di pura ini, tidak diperkenankan membawa dupa ( api ) karena menurut rutinitas setempat, ketiadaan api ini berarti cii-ciri amarah atau hawa nafsu yang telah padam. pura ini menghadap ke arah barat dan memiliki susunan yang unik serta berbeda dengan susunan pura-pura lain yaitu dibagian halaman di dalam ( utamaning mandala ) yang dimaksud halaman tersuci lebih rendah dari halaman tengah ( madyaning mandala ). hari lalu atau piodalan pura ini diselenggarakan masing-masing 6 bln. sekali ( 210 hari ), yaitu pada hari selasa kliwon wuku medangsia. di dalam penyelenggaraan upacaranya ditangani pada tengah hari dan selesai sebelum akan matahari terbenam. selain itu tidak dapat mempergunakan dupa ( api ), tidak menggunakan penjor, segehan, dan tabuh rah.

pura kedaton memiliki empat pintu masuk ke di dalam pura yaitu dari barat yang dimaksud pintu masuk utama yang lain dari utara, timur dan dari selatan yang ke semuanya menuju ke halaman tengah. berbeda dengan pura pura yang lain yang ada di bali. keunikan yang ke-2 yakni halaman pura alas kedaton di dalam yang dimaksud area amat di sucikan ada lebih rendah dari halaman tengah dan luar. area suci pura alas kedaton ini dikelilingi oleh rimba yang dihuni oleh sekelompok kera yang dikeramatkan oleh masyarakat kurang lebih obyek wisata bali ini. di alas kedaton tidak cuma hidup sekelompok kera juga ada sekelompok kalong yang hidup bergantungan.

lihat foto lainnya: